Happy Birthday, Menuju RIAU MAJU !

Friday, 27 September 2013

Sejarah Mall Pekanbaru


Mall Pekanbaru terletak di seberang Plaza Senapelan persimpangan jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar. Tempat wisata belanja modren yang satu ini merupakan Mall pertama di Pekanbaru.
 

Mall Pekanbaru merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang lengkap yang tidak hanya menyediakan busana, sepatu, perlengkapan sehari-hari kalangan atas, tetapi juga menyediakan semua kebutuhan berbagai lapisan.

Food court, elektronik dan handphone yang relatif terjangkau serta swalayan yang menyediakan buah-buahan dan alat tulis kantor semakin menambah semaraknya Mal Pekanbaru. Selain itu disini juga tersedia tempat bermain anak-anak yang luas lho.!

Selamat datang di Mal Pekanbaru. Anda sedang memasuki satu kawasan pusat perbelanjaan yang terpadu. Yang memudahkan anda menemukan berbagai kebutuhan yang anda inginkan bahkan membawa angin segar dalam dunia bisnis anda.


Melihat kota Pekanbaru yang semakin maju dan berkembang, maka Mal Pekanbaru hadir sebagai pelengkap kemajuan kota. Selain itu Mal Pekanbaru juga memberikan warna tersendiri dan konsep baru bagi warga dan pengusaha kota Pekanbaru dan daerah sekitarnya.

Hadir sebagai Mal pertama di kota Pekanbaru, Mal Pekanbaru turut mendukung visi memajukan Riau. Dengan design gedung bergaya modern dan atap bernuansa melayu sebagai cermin budaya di kota Pekanbaru, maka Mal Pekanbaru semakin memantapkan dirinya untuk memajukan kota.

Dengan menyediakan berbagai fasilitas dan kebutuhan di setiap lantai, didukung dengan semua fasilitas gedung yang nyaman seperti lapangan parkir yang luas, kebersihan dan kenyamanan dalam gedung, penjagaan keamanan 24 jam, dan sebagainya merupakan komitmen utama untuk memberikan rasa nyaman bagi pengunjung maupun pengusaha yang sudah bergabung bahkan akan bergabung bersama Mal Pekanbaru.

Salah satu langkah memperlengkapi areal bisnis anda di Mal Pekanbaru maka Mal Pekanbaru menghadirikan Hotel Grand Jatra (hotel berbintang ****) yang merupakan satu gedung dengan Mal Pekanbaru. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lengkap untuk memanjakan anda berbisnis dan berliburan di kota Pekanbaru.

Akhir kata, kami mengucapkan selamat bergabung dan menikmati keseluruhan fasilitas yang kami berikan untuk anda menemukan keunikan dan kenyamanan bersama Mal Pekanbaru. Pastikan anda tidak ketinggalan untuk berada bersama kami dalam satu areal bisnis yang saling menguntungkan dan pusat perbelanjaan terpadu yang memudahkan anda menemukan semua kebutuhan yang anda inginkan.

 

Friday, 20 September 2013

Sejarah berdirinya Perusahaan PT. TELEKOMUNIKASI


PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia.

Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di Indonesia yang dimiliki PT Telkom dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen dan SingTel sebesar 35 %

Hingga Juni 2010, Telkomsel dipercaya melayani 88,3 juta pelanggan, menjadikan Telkomsel sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi selular dengan pangsa pasar sekitar 50 persen.


Sejarah Perusahaan PT.Telkom Indonesia
1882 sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap dibentuk pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

1906 Pemerintah Kolonial Belanda membentuk sebuah jawatan yang mengatur layanan pos dan telekomunikasi yang diberi nama Jawatan Pos, Telegrap dan Telepon (Post, Telegraph en Telephone Dienst/PTT).

1945 Proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat, lepas dari pemerintahan Jepang.

1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).

1965 PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).

1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional.

1980 PT Indonesian Satellite Corporation (Indosat) didirikan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel.

1989 Undang-undang nomor 3/1989 tentang Telekomunikasi, tentang peran serta swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP no.25 tahun 1991.

1995 Penawaran Umum perdana saham TELKOM (Initial Public Offering/IPO) dilakukan pada tanggal 14 November 1995. sejak itu saham TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa pencatatan (Public Offering Without Listing/POWL) di Tokyo Stock Exchange.

1996 Kerja sama Operasi (KSO) mulai diimplementasikan pada 1 Januari 1996 di wilayah Divisi Regional I Sumatra – dengan mitra PT Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo); Divisi Regional III Jawa Barat dan Banten – dengan mitra PT Aria West International (AriaWest); Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta – dengan mitra PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI); Divisi Regional VI Kalimantan – dengan mitra PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra); dan Divisi Regional VII Kawasan Timur Indonesia – dengan mitra PT Bukaka Singtel.

1999 Undang-undang nomor 36/1999, tentang penghapusan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi.

2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat. Dengan transaksi ini, TELKOM menguasai 72,72% saham Telkomsel. TELKOM membeli 90,32% saham Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan keuangan Dayamitra ke dalam laporan keuangan TELKOM.

2002 TELKOM membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap, yaitu 30% saham pada saat ditandatanganinya perjanjian jual-beli pada tanggal 15 Agustus 2002, 15% pada tanggal 30 September 2003 dan sisa 55% saham pada tanggal 31 Desember 2004. TELKOM menjual 12,72% saham Telkomsel kepada Singapore Telecom, dan dengan demikian TELKOM memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.